“GAS MULIA”
“GAS MULIA”
Gas mulia adalah
unsur-unsur golongan VIIIA dalam tabel periodik. Disebut mulia karena
unsur-unsur ini sangat stabil (sangat sukar bereaksi). Gas ini mempunyai sifat
lengai, tidak reaktif, dan susah bereaksi dengan bahan kimia lain. Gas mulia
juga merupakan golongan kimia yang unsur-unsurnya memiliki elektron valensi
luar penuh. Unsur-unsurnya adalah He(Helium), Ne(Neon), Ar(Argon), Kr(Kripton),
Xe(Xenon), dan Rn(Radon) yang bersifat radioaktif.
Sifat-sifat Gas Mulia
|
Sifat |
He |
Ne |
Ar |
Kr |
Xe |
Rn |
|
Nomor atom |
2 |
10 |
18 |
36 |
54 |
86 |
|
Massa molar (g/mol) |
4,00 |
20,18 |
39,95 |
83,80 |
131,29 |
222 |
|
Jari-jari atom (pm) |
99 |
160 |
192 |
197 |
217 |
240 |
|
Energi ionisasi
(kJ/mol) |
2373 |
2080 |
1520 |
1350 |
1170 |
1036 |
|
Titik leleh (0C) |
-272 |
-249 |
-189 |
-157 |
-112 |
-71 |
|
Titik didih (0C) |
-269 |
-246 |
-186 |
-152 |
-108 |
-62 |
|
Densitas (g/L) |
0,1785 |
0,900 |
1,784 |
3,73 |
5,88 |
9,73 |
·
Sifat Umum:
a)
Tidak Berwarna,
tidak berbau, tidak berasa, sedikit larut dalam air.
b)
Mempunyai
elektron valensi 8, dan khusus untuk Helium elektron valensinya 2
c)
Molekul-molekulnya
terdiri atas satu atom (monoatom).
·
Sifat Fisis
Densitas gas dipengaruhi oleh massa atom, jari-jari
atom, dan gaya London. Densitas gas akan bertambah dengan bertambahnya massa
atom dan kekuatan gaya London, tapi akan berkurang dengan bertambahnya
jari-jari atom. Namun demikian, pengaruh massa atom dan gaya London lebih
signifikan dibanding pengaruh jari-jari atom dalam hal ini, sehingga densitas
bertambah dari He ke Rn.
Titik leleh dan titik didih yang sangat rendah.
Titik didihnya hanya beberapa derajat Celcius di atas titik lelehnya. Titik
leleh dan titik didih dari He ke Rn bertambah sebagaimana kekuatan gaya
London(gaya dispersi) bertambah seiring dengan bertambahnya massa atom dan
jari-jari atom.
Daya hantar panas berkurang dari He ke Rn. Hal ini
dikarenakan kekuatan gaya London bertambah dari He ke Rn. Dengan kata lain,
partikel relatif semakin sulit bergerak sehingga energi, dalam hal ini panas,
akan semakin sulit pula untuk ditransfer.
·
Sifat Atomik
Afinitas elektron, dengan elektron valensi yang
sudah penuh, unsur gas mulia sangat sukar untuk menerima elektron. Hal ini
dapat dilihat dari harga afinitas elektron yang rendah.
Energi ionisasi, kestabilan unsur-unsur golongan gas
mulia menyebabkan unsur-unsur gas mulia sukar membentuk ion, artinya sukar
untuk melepas elektron. Helium adalah unsur gas mulia yang memiliki energi
ionisasi paling besar. Energi ionisasi dari He ke Rn semakin berkurang,
sebagaimana bertambahnya jari-jari atom sehingga gaya tarik inti terhadap
elektron valensi semakin melemah dan energi yang diperlukan untuk melepaskan
elektron semakin berkurang.
Jari-jari Atom, dalam satu golongan, jari-jari atom
unsur-unsur gas mulia dari atas ke bawah semakin besar karena meskipun muatan
inti bertambah positif, namun jumlah kulit semakin banyak. Keadaan ini
menyebabkan gaya tarik menarik inti terhadap elektron semakin lemah, akibatnya
jari-jari atom bertambah besar.
Energi ionisasi, energi Ionisasi unsur-unsur
golongan gas mulia dari atas ke bawah cenderung semakin kecil. Hal ini
dikarenakan meski muatan inti bertambah positif, namun jari-jari atom bertambah
besar. Keadaan ini menyebabkan gaya tarik menarik inti terhadap elektron
terluar semakin lemah sehingga energi ionisasi semakin berkurang.
Kereaktifan gas mulia akan berbanding lurus dengan
jari-jari atomnya, jadi kereaktifan gas mulia akan bertambah dari He ke Rn hal
ini disebabkan pertambahan jari-jari atom yang mengakibatkan gaya tarik inti
atom terhadap elektron kulit terluar berkurang, sehingga lebih mudah melepaskan
diri dan ditarik oleh atom lain. Senyawa gas mulia yang sudah dapat bereaksi
dengan zat lain adalah xenon dan kripton, sedangkan helium, neon, dan argon
masih sangat stabil.
Elektron valensi gas mulia sudah memenuhi kaidah duplet
untuk He dengan konfigurasi 1s2 dan kaidah oktet untuk Ne, Ar, Kr,
Xe dan Rn dengan konfigurasi elektron valensi yaitu ns2 np6.
Konfigurasi tersebut merupakan konfigurasi elektron yang stabil, sebab semua
elektron pada kulitnya sudah berpasangan. Oleh sebab itu, tidak memungkinkan
terbentuknya ikatan kovalen dengan atom lain. Energi ionisasi yang tinggi
menyebabkan gas mulia sukar menjadi ion positif dan berarti sukar membentuk
senyawa secara ionik. Berikut adalah konfigurasi elektron gas mulia.
|
Unsur |
Nomor Atom |
Konfigurasi Elektron |
|
He |
2 |
1s2 |
|
Ne |
10 |
[He] 2s2 2p6 |
|
Ar |
18 |
[Ne] 3s2 3p6 |
|
Kr |
36 |
[Ar] 4s2 3d10
4p6 |
|
Xe |
54 |
[Kr] 5s2 4d10
5p6 |
|
Rn |
86 |
[Xe] 6s2 5d10
6p6 |
Konfigurasi elektron gas mulia
Unsur-unsur Gas Mulia
1.
Helium
Helium adalah suatu unsur kimia
dalam tabel periodik yang memiliki lambang He dan nomor atom 2.
Penampilan :Tak berwarna, tak
berbau, tak berasa, tak beracun, hampir inert, berupa gas monatomik,
Fase :Gas
Kalor peleburan :0,0138
kJ/mol
Kalor penguapan :0,0829
kJ/mol
Kapasitas kalor molar : 20,786 J/(mol·K)
Kegunaan
Ø Sebagai
gas pengisi balon udara menggantikan gas hidrogen karena selain ringan juga
bersifat inert.
Ø Helium
cair digunakan untuk pendingin koil logam pada alat scanner tubuh(MRI) dan juga
pendingin dalam penelitian cryogenics dan superkonduktor sebagaimana titik
didihnya yang sangat rendah.
Ø Sebagai
pelarut gas oksigen dalam tabung oksigen penyelam ataupun tabung oksigen rumah
sakit.
Ø Sebagai
pendingin reaktor nuklir.
Ø Memberi
tekanan pada bahan bakar roket.
2.
Neon
Neon adalah suatu unsur kimia dalam
tabel periodik yang memiliki lambang Ne dan nomor atom 10.
Penampilan :gas tak berwarna, akan
menjadi merah-jingga jika diletakkan pada medan listrik bertegangan tinggi
Fase :gas
Kalor
peleburan :0.335 kJ/mol
Kalor
penguapan :1.71 kJ/mol
Kapasitas
kalor molar :5R/2 = 20.786 J/(mol·K).
Kegunaan :
Ø Neon
digunakan untuk lampu reklame karena gas neon dalam tabung bertekanan rendah
akan menghasilkan cahaya merah dengan intensitas tinggi jika diberi tegangan
listrik.
Ø Neon
digunakan sebagai penangkal petir dan pengisi tabung-tabung televisi.
3.
Argon
Argon adalah unsur kimia dengan
simbol Ar dan nomor atom 18.
Penampilan :gas tak berwarna yang
berpendar lilak/ungu ketika berada dalam medan listrik.
Fase gas
Kalor
peleburan :1.18 kJ/mol
Kalor
penguapan :6.53 kJ/mol
Kapasitas
kalor molar :20.85[2] J/(mol·K)
Kegunaan :
Ø Argon
digunakan sebagai gas pengisi dalam beberapa jenis bola lampu karena sifatnya
yang tidak reaktif sehingga filamen wolfram tidak mudah putus pada temperatur
tinggi.
Ø Argon
digunakan sebagai atmosfer inert pada pengelasan; sintesis kristal tunggal
silikon atau germanium dalam industri semikonduktor; dan eksperimen dalam glove
box di laboratorium.
Ø Argon
digunakan dalam las titanium pada pembuatan pesawat terbang atau roket.
4.
Kripton
Kripton adalah suatu unsur kimia
dalam tabel periodik yang memiliki lambang Kr dan nomor atom 36.
Penampilan :gas tak berwarna, akan
menjadi putih bila diletakkan pada medan listrik bertegangan tinggi.
Fase :gas
Kalor
peleburan :1.64 kJ/mol
Kalor
penguapan :9.08 kJ/mol
Kapasitas
kalor molar :5R/2 = 20.786 J/(mol·K)
Kegunaan :
Ø Kripton
dapat menghasilkan cahaya putih dengan intensitas tinggi jika diberi muatan
listrik sehingga banyak digunakan pada lampu landasan pesawat dan lampu
fotografi berkecepatan tinggi.
Ø Kripton
dapat digabungkan dengan gas lain untuk membuat sinar hijau kekuningan yang
dapat digunakan sebagai kode dengan melemparkannya ke udara.
5.
Xenon
Xenon adalah unsur dengan lambang
kimia Xe, nomor atom 54.
Penampilan :gas tak berwarna, akan
menjadi biru bila diletakkan pada
medan listrik bertegangan tinggi.
Fase :gas
Kalor
peleburan :2.27 kJ/mol
Kalor
penguapan :12.64 kJ/mol
Kapasitas
kalor molar :5R/2 = 20.786 J/(mol·K)
Kegunaan :
Ø Xenon
digunakan untuk lampu blitz fotografi dan beberapa jenis lampu mobil karena
dapat menghasilkan cahaya putih yang sangat terang dengan adanya muatan
listrik.
Ø Xenon
dapat digunakan sebagai obat bius (anestetik). Namun, penggunaannya sangat
terbatas sehubungan dengan harganya yang sangat mahal.
Ø Isotopnya
dapat digunakan sebagai reaktor nuklir
6.
Radon
Radon adalah suatu unsur kimia
dalam tabel periodik yang memiliki lambang Rn dan nomor atom 86.
Penampilan :Metalik putih keperakan
Fase :Padat
Kalor peleburan :8.5
kJ/mol
Kalor penguapan :113
kJ/mol
Kegunaan :
Ø Radon
digunakan dalam radioterapi kanker (terapi radiasi) sebagaimana sifatnya yang
radioaktif.
Ø Radon
dapat menjadi indikator keberadaan mineral radioaktif seperti bijih uranium
dalam tanah, bebatuan, ataupun bahan bangunan.
Ø Radon
juga dapat berperan sebagai sistem peringatan gempa, karena bila lempengan bumi
bergerak, kadar radon akan berubah sehingga bisa diketahui adanya gempa dari
perubahan kadar radon.
Kelimpahan Gas Mulia
Seluruh unsur gas mulia terdapat di udara, kecuali
radon yang merupakan unsur radioaktif. Unsur gas mulia yang paling banyak ada
pada udara adalah argon yang ialah komponen ketiga terbanyak dalam udara
setelah nitrogen dan oksigen. Unsur-unsur gas mulia, kecuali radon, melimpah
jumlahnya sebab ada pada udara bebas.
· Argon
0,93%
· Neon
1,8×10-3%
· Helium
5,2×10-4%
· Kripton
1,1×10-4%
· Xenon
8,7×10-6%.
Helium adalah unsur terbanyak jumlahnya di alam
semesta karena helium adalah salah satu unsur penyusun bintang. Helium
diperoleh dari sumur-sumur gas alam di Texas dan Kansas (Amerika Serikat).
Helium dapat terbentuk dari peluruhan zat radioaktif uranium dan thorium. Udara
mengandung gas mulia (Ar, Ne, Xe, dan Kr),walaupun dalam jumlah yang kecil, gas
mulia dari industri diperoleh sebagai hasil samping dalam Industri pembuatan
gas nitrogen dan O2.
Pembuatan Gas Mulia
1.
Gas Helium
Helium
(He) ditemukan terdapat dalam gas alam di Amerika Serikat. Gas helium mempunyai
titik didih yang sangat rendah, yaitu -268,8˚C sehingga pemisahan gas helium
dari gas alam dilakukan dengan cara pendinginan sampai gas alam akan mencair
(sekitar -156˚C) dan gas helium terpisah dari gas alam.
2.
Gas Argon, Neon,
Kripton, dan Xenon
Udara
mengandung gas mulia argon (Ar), neon (Ne), kripton (Kr), dan xenon(Xe)
walaupun dalam jumlah yang kecil. Gas mulia di industri diperoleh sebagai hasil
samping dalam industri pembuatan gas nitrogen dan gas oksigen dengan proses
destilasi udara cair. Pada proses destilasi udara cair, udara kering (bebas uap
air) didinginkan sehingga terbentuk udara cair. Pada kolom pemisahan gas argon
bercampur dengan banyak gas oksigen dan sedikit gas nitrogen karena titik didih
gas argon (-189,4˚C) tidak jauh beda dengan titik didih gas oksigen (-182,8˚C).
Untuk menghilangkan gas oksigen dilakukan proses pembakaran secara katalitik
dengan gas hidrogen, kemudian dikeringkan untuk menghilangkan air yang terbentuk.
Adapun untuk menghilangkan gas nitrogen, dilakukan cara destilasi sehingga
dihasilkan gas argon dengan kemurnian 99,999%. Gas neon yang mempunyai titik
didih rendah (-245,9˚C) akan terkumpul dalam kubah kondensor sebagai gas yang
tidak terkonsentrasi (tidak mencair).
Gas
kripton (Tb=-153,2˚C) dan xenon (Tb =-108˚C) mempunyai titik didih yang lebih
tinggi dari gas oksigen sehingga akan terkumpul di dalam kolom oksigen cair di
dasar kolom destilasi utama. Dengan pengaturan suhu sesuai titik didih, maka
masing-masing gas akan terpisah.
Semua
unsur gas mulia terdapat di udara, kecuali Radon (Rn) yang hanya terdapat
sebagai isotop radioaktif berumur pendek, yang diperoleh dari peluruhan radio
aktif atom radium.
sangat membantu, terima kasih informasinya
BalasHapusbagus
BalasHapus